Educate your childrenfor a time not yours
More Website Templates at TemplateMonster.com!

22 Alasan Kenapa Orang Tua Perlu Menyekolahkan Anaknya di Lazuardi GIS

1.
Lingkungan sekolah dirancang agar nyaman, selesa (spacious), asri, bersih, sehat, sopan, ramah, akrab, dan demokratis.
2.
Tersedia sarana yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran, baik dalam hal ketersediaan berbagai lab sains, bahasa, dan komputer -- ruang untuk berbagai aktivitas, alat peraga, sarana Teknologi Informasi, perpustakaan, wahana permainan dalam dan luar ruang, dan sebagainya.
3.
Kurikulum di Lazuardi GIS dirancang dengan sepenuhnya mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak kita agar menjadi manusia-manusia yang berhasil dan hidup sejahtera. Termasuk di dalamnya :

a. Memilih mata pelajaran-mata pelajaran dan materi-materi wajib hanya yang benar-benar relevan dengan tujuan pendidikan tersebut di atas. Dengan demikian, bukan saja siswa tak perlu dibebani dengan materi yang terlalu padat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih fun, lebih demokratis, dan memberi ruang yang jauh lebih banyak bagi siswa untuk melatih berfikir kreatif.

b. Memanfaatkan kurikulum intenasional yang dikembangkan di berbagai negara maju untuk memperkaya kurikulum nasional dan kurikulum khas Lazuardi.

4.
Sebagai sekolah Islam, bukan saja pelajaran agama mendapat perhatian penting, pengajaran mata pelajaran ini dilakukan dengan mengacu kepada perbaikan kualitas budi pekerti (akhlak) yang memang merupakan tujuan puncak pendidikan agama.
5.
Lazuardi GIS tidak menuntut siswa menghafal kecuali pada sebatas minimum materi yang memang membutuhkan hafalan, seperti Aritmatika, rumus-rumus tertentu, bacaan shalat dan doa-doa, dan sebagainya.
6.
Guru ditempatkan sebagai fasilitator untuk mendukung perkembangan segala kemampuan dan kreativitas siswa dan bukan makhluk serba tahu otoriter yang memperlakukan siswa sebagai wadah mati yang dijejali dengan berbagai materi apa saja yang lebih sering tidak relevan dan tidak kontekstual dengan kebutuhan real siswa dan tujuan pendidikan yang benar.
7.
Guru-guru yang merupakan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, UI, ITB, IPB, UGM, UNPAD, Perguruan-perguruan Tinggi ilmu Kependidikan (dahulu IKIP), UIN (dahulu IAIN) dan sebagainya, yang terlatih, committed terhadap pekerjaannya, kreatif, penuh dedikasi, dan memiliki kasih sayang kepada anak-anak.
8.
Menerapkan pendekatan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang mengakui kepemilikan berbagai kecerdasan yang berbeda-beda dalam setiap siswa, untuk kemudian menggali dan mengembangkannya. Berdasar pendekatan ini, Lazuardi GIS menganggap semua anak adalah (berpotensi menjadi) juara, dan karenanya sangat dermawan untuk memberikan award kepada semua siswa.
9.
Kegiatan belajar sambil bergerak dan bekerja, serta praktik (hands on learning), mendapatkan penekanan penting. Demikian pula penggunaan alat peraga visual. Hal ini dimaksudkan agar proses belajar melibatkan ketiga-tiga gaya-belajar : auditori, visual, dan kinestetik (berorientasi gerak). Untuk keperluan ini sekolah menyediakan minizoo dan minifarm sebagai medium bagi siswa untuk belajar pertanian, sambil belajar berkegiatan ekonomi dengan menjual hasilnya pada saat market day.
10.
Untuk mendukung hal di atas, kelas dirancang sedemikian sehingga tak memiliki arah muka demi menciptakan impresi bahwa fokus kelas adalah seluruh siswa, dan bukan guru.
11.
Pada saat yang sama, kelas juga di atur dan dihias secara meriah dan bervariasi dengan berbagai alat peraga, termasuk hasil karya siswa, demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya kreativitas dan kepercayaan diri siswa.
12.
Proses pembelajaran diselenggarakan secara kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa agar siswa lebih mudah menangkap dan juga terlatih untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan kebutuhan-kongkretnya.
13.
Demikian pun, ruang belajar sama sekali tak dibatasi pada ruang kelas, melainkan juga seluruh lingkungan sekolah, baik yang dekat maupun yang jauh. Karena itu, karya wisata ke luar sekolah, seperti ke tanah pertanian, sungai, perkebunan, bank, supermarket, kantor pos, bandara, industri, dan sebagainya, mendapatkan perhatian khusus dan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dengan kurikulum sekolah.
14.
Memberikan perhatian besar kepada pengembangan minat baca dan keterampilan menulis. Untuk keperluan pengembangan minat baca ini sekolah menyediakan ruang perpustakaan pusat dan perpustakaan-perpustakaan mini di setiap kelas.
15.
Memberikan perhatian khusus, selain kepada aspek kognitif (konseptual), juga kepada aspek-aspek afektif (emosi dan sikap) dan psikomotorik (praktik dan pembiasaan). Hal ini tak terbatas hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada penilaian (assessment) atas pencapaian siswa. Bahkan, pelajaran-pelajaran tertentu dinilai lebih dari sudut afektif dan psikomotorik, ketimbang kognitif, seperti misal pelajaran agama dan budi pekerti, olah-raga, dan sebagainya.
16.
Memberi perhatian besar kepada Teknologi Informasi (information Technology, IT) dalam bentuk pengenalan dan pendalaman keterampilan ini bahkan sejak anak masih berada di tingkatan prasekolah, serta menyediakan sarana komputer di setiap kelas, di samping pengadaan lab komputer yang lengkap dan up to date.
17.
Sebagai bagian dari pemberian perhatian khusus kepada IT, dan untuk mendukung komunikasi yang intensif antara sekolah, siswa, dan orang tua, Lazuardi GIS mengembangkan sistem data base on-line real time selama 24 jam yang memungkinkan orang tua dan siswa berkomunikasi secara one to one dengan sekolah, termasuk mengakes materi pelajaran, PR, tugas-tugas, dan pesan-pesan guru/sekolah, dengan jalan melakukan koneksi dengan server pusat di sekolah. Untuk keperluan ini, setiap orang tua diberi pass word khusus.
18.
Penerapan secara bertahap -- program bilingual, yakni penggunaan bahasa Inggris sebagai medium pengajaran di samping bahasa Indonesia.
19.
Sekolah terus mengembangkan upaya untuk meningkatkan komunikasi dengan orang tua karena, Lazuardi GIS berkeyakinan bahwa tujuan pendidikan akan bisa dicapai secara maksismum hanya jika terjadi komunikasi dan kerjasama yang intensif di antara keduanya.
20.
Mengadopsi prinsip pendidikan inklusif, yakni mengintegrasikan anak special needs ke dalam kegiatan belajar-mengajar regular (yang dilengkapi dengan program terapi khusus oleh terapis-terapis terlatih dan berpengalaman). Dasarnya adalah keyakinan bahwa anak-anak seperti ini akan lebih terdukung untuk mengembangkan potensinya jika bersekolah di sekolah regular, dan bukan sekolah luar biasa. Selain tentu memberikan manfaat kepada siswa-siswa yang memiliki special needs tersebut, program ini juga membantu anak-anak untuk bisa bersosialsisasi dengan berbagai kelompok orang dengan ciri khas masing-masing, sekaligus menimbulkan compassion dan sikap penuh pengertian terhadap rekan-rekannya yang memiliki kebutuhan khusus.
21.
Lazuardi GIS memiliki dan menyelenggarakan tanggung-jawab sosial dengan memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu di sekitar sekolah, mengembangkan program madrasah asuh, dan terlibat dalam pengembangan sekolah unggulan gratis, juga bagi keluarga kurang mampu. Partisipasi Lazuardi GIS mencakup pelatihan guru, termasuk penyediaan kesempatan magang, penggunaan fasilitas-fasilitas sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar di madrasah dan sekolah unggulan gratis tersebut, bantuan perancangan kurikulum, penyediaan guru bantuan, dan jika diperlukan pemberian bantuan dana.
22.
Manajemen di Lazuardi GIS diselenggarakan secara profesional sesuai standar-standar yang diterapkan di setiap organisasi dan usaha yang baik, termasuk dalam bidang administrasi, pengembangan SDM (HRD), umum (general affairs), dan sebagainya.